PAGARALAM BEAUTIFUL DENGAN CATATAN

Spread the love

Summer Camp UTM — STIE-AMIK-STMIK Lembah Dempo

PAGARALAM BEAUTIFUL DENGAN CATATAN

BeriPa.Com// Program pertukaran mahasiswa (Summer Camp)  antara University Teknologi Malaysia dengan STIE-AMIK-STMIK Lembah Dempo untuk tahun 2019 terus bergulir. Setelah sebelumnya mahasiswa “Lembah Dempo” berkunjung ke Johor Bahru (Malaysia) dan dua kali kali mahasiswa UTM berkunjung ke Pagaralam (Indonesia), pada tanggal 6 s.d 12 Agustus 2019 giliran mahasiswa jurusan Komputer yang berkunjung ke Kota Pagaralam.

Para mahasiswa yang didampingi seorang dosen UTM, Dr Ahmad Fadhil Yusof, oleh pihak Lembah Dempo diajak “bertamasya” mengunjungi obyek wisata unggulan seperti situs batu megalitik di Dusun Tanjungaro, Rumah Baghi di Dusun Tegurwangi, Argowisata Jeruk Gerga, Grand Paradise, Air Terjun Lematang, Puncak Rimau, Air Terjun Cughup Maung, pusat kegiatan UKM Putra Abadi, PTPN VII Gunung Dempo, dan acara pelepasan dilakukan di Gramping D’Cabin, kawasan Gunung Gare.

Seperti pada kunjungan sebelumnya, selama berada di Kota Pagaralam, – para calon intelektual tersebut tidak hanya diajak menikmati keindahan alam dan budaya Pagaralam,- tetapi kepada mereka “diwajibkan” untuk mengamati, menelaah dan membuiat semacam “resume” dari kunjungan-kunjungan tersebut.

Menurut Dr Ahmad Fadhil Yusof, Pagaralam adalah sebuah kota yang cantik (beautiful), indah, masyarakatnya ramah, dan semua obyek wisata yang dikunjungi terbilang luar biasa.

“Baru kali ini saya melihat ada sebuah kota yang begitu banyak memiliki obyek wisata. Semuanya bagus. Kami semua terkagum dibuatnya. Hanya sayang, rata-rata obyek wisata di sini tampaknya tidak dikelola dengan profesional. Jalan-jalan menuju obyek wisata kurang baik. Sarana dan prasarana kurang tertata dengan baik. Di Air Terjun Lematang yang indah tak ada peturasan dan ruang ganti yang memadai, padahal rata-rata pengunjung ‘kan datang untuk bersenang-senang, turun ke sungai menikmati dingin dan bersihnya air terjun,” ujar Dr Fadhil.

“Di Malaysia,” tambah Dr Fadhil, “hampir seluruh obyek wisata adalah milih pemerintah. Karena itu sarana dan prasaran penunjangnya, termasuk keamanan, sangatlah diperhatikan. Ada memang obyek wisata yang pengelolaannya dilakukan masyarakat, misalnya perkampungan nelayan. Tetapi Negara tetap memberikan bantuan berupa penyediaan sarana yang tidak mampu dilakukan oleh penduduk setempat.”

Sementara pimpinan STIE-AMIK-STMIK Lembah Dempo, Dr Elvera SE MSc, untuk mengelola dan memajukan sektor pariwisata di suatu daerah dibutuhkan adanya ABG, yaitu Akademisi, Bisnis dan Goverment. Ketiga anasir itu harus bekerja sama, saling menunjang. Para pebisnis pariwisata di Pagaralam ini sudah cukup banyak. Hal ini ditunjukkan dengan dibangunnya cukup banyak hotel, home stay dan gerai-gerai yang menyediakan oleh-oleh. Pertukaran mahasiswa (Summer Camp) tujuannya antara lain, ya, untuk mengundang para akademisi untuk meninjau dan memberikan masukan untuk kemajuan pariwisata ini. Tinggal lagi sikap Goverment (pemerintah).

“Saya yakin, pemeritah, – baik dari tingkat pusat, Provinsi dan Pemerintah Kota (Pemkot Pagaralam) sudah memiliki program yang baik untuk memajukan dunia pariwisata kita yang sangat menjanjikan ini”, kata Doktor yang  disertasinya mengambil tema pariwisata (judul: Kepuasan dan Loyalitas Wisatawan Kota Pagaralam.//Soe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *