PELUANG & TANTANGAN OBYEK PARIWISATA KOTA PAGARALAM

Spread the love

PELUANG & TANTANGAN OBYEK PARIWISATA KOTA PAGARALAM

Menurut analisis SWOT Perguruan Tinggi UTM & STIE-AMIK-STMIK Lembah Dempo

BeriPa.Com// Sejumlah mahasiswa dan dosen dari University Teknologi Malaysia (UTM), – melakukan kunjungan ilmiah ke Kampus STIE-AMIK-STMIK Lembah Dempo, di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, sejak Senin (22/07) hingga Kamis (25/07) 2019.

Dengan diantar dosen dan BEM STIE-AMIK-STMIK Lembah Dempo mereka diajak mengunjungi beberapa obyek wisata unggulan di yang ada di Kota Pagaralam, seperti keberadaan batu megalitik di Dusun Tanjungaro, ghumah baghi di Dusun Tegurwangi, agrowisataJeruk Gerga di Dusun Janang,  obyek wisata Grand Paradise, Puncak Rimau Gunung Dempo, perkebunan dan pabrik pengolahan teh PTPN VII Gunung Dempo, UKM Putra Abadi di Dusun Bandar, serta obyek wisata Air Terjun Lematang.

Selama kunjungan tersebut, mereka tidak hanya sekadar diminta melihat-lihat pemandangan yang ada, bersenang dan berselfie-ria, tetapi diwajibkan melakukan pengamatan dan penelitian menyangkut SWOT, yaitu analisis tentang Strengths (Kekuatan) , Weakness (Kelemahan), Peluang (Opportunities), dan Ancaman (Threats).

Pembekalan tentang SWOT sendiri dilakukan oleh  salah seorang dosen STIE-AMIK-STMIK Lembah Dempo, Yadi Maryadi SE MSi, dalam kuliah umum dengan tajuk Peluang & Tantangan Sektor Pariwisata Kota Pagaralam dalam Perspektif  Managemen Pariwisata.

Untuk merumuskan hasil kunjungan tersebut, dibentuk sebuah tim beranggotakan 1)  MD Hafis Selamat (UTM), Mohd Murtadha bin Mohamad (UTM), Junius Effendi (Lembah Dempo), Deki Fujiansyah (Lembah Dempo), dan Yadi Maryadi SE MSi (Lembah Dempo).

Dari hasil analisis SWOT tersebut diperoleh kesimpulan, bahwa dari unsur Peluang terdapat hal-hal sebagai berikut:

  1. Adanya kebijakan bebas visa dari pemerintah pusat
  2. Memiliki obyek wisata dan daya tarik wisata dan kebudayaan yang masih dilestarikan
  3. Sarana transportasi yang cukup memadai,
  4. Tersedianya jaringan informasi sosial media sebagai alat promosi.

Dari unsur Tantangan:

  1. Letak geografis yang relatif jauh dari ibu kota provinsi
  2. Dualisme pengelolaan yang belum optimal
  3. Pembangunan sarana pariwisata yang belum teritegrasi
  4. Jaringan komunikasi yang belum merata
  5. Pemeliharaan infrastruktur yang belum baik
  6. Belum adanya pusat informasi kepariwisataan yang komprehensif.
Mohd Murtadha bin Mohamad

Secara lebih spesifik, Tim merumuskan, bahwa unsur Tantangan yang ada di obyek wisata seperti Dusun Tanjungaro (peninggalan batu megalitik), Puncak Rimau, Grand Paradise dan Air Terjun Lematang, terlihat dari item pembangunan sarana dan prasarana yang belum terintegrasi dengan baik.

Di Dusun Tanjungaro misalnya, keberadaan batu-batu zaman megalitik yang umumnya berada di area pemukiman masyarakat itu seyogianya dapat memberikan nilai tambah (secara ekonimis) kepada masyarakat setempat. Misalnya menyediakan sarana tempat betristirahat, dan peturasan, menyediakan sovenir, kuliner khas masyarakat setempat, dan lain sebagainya.

Pada obyekl wisata Air Terjun Lematang, Tim menemukan banyak sekali unsur tantangan, misalnya – pada obyek wisata tersebut sama-sekali tidak terlihat adanya dukungan  sarana dan prasarana pariwisata seperti ruang ganti, peturasan,  jaring pengaman, warung jajan, dan lain sebagainya. Lebih parah lagi, obyek wisata tersebut di-klaim sebagai milik individu, – yang tidak dibekali pengetahuan dan kesadaran wisata, – bagaimana caranya menyambut dan menyenangkan tamu yang berkunjung ke obyek wisata yang oleh para mahasiswa digambarkan sebagai wonderfull dan amazing itu.//Herna S Zaldi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *