PEMANDANGAN DI PUNCAK RIMAU SANGAT INDAH, TAPI….

Spread the love

PEMANDANGAN DI PUNCAK RIMAU SANGAT INDAH, TAPI….

Catatan Kegiatan Akademic Visit UTM & Kampus STIE-AMIK-STMIK Lembah Dempo

BeriPa.Com// Hari ini (Rabu (24/07) para mahasiswa dari University Teknologi Malaysia (UTM) melakukan serangkaian tur dan studi banding ke sejumlah obyek wisata yang ada di Kota Pagaralam, seperti situs batu megalitik “Jeme Dililit Ulagh” dan Rumah Batu di kawasan Tanjungaro, Ghumah Baghi di TegurWangi, kawasan agrowisata Jeruk Gerga di Janang, serta Puncak Rimau, di kaki Gunung Dempo.

Sesuai dengan kuliah umum pada hari Selasa (23/07) bertajuk “Tantangan dan Peluang Pariwisata di Pagaralam dalam Perspektif Managemen Pariwisata” – yang dibawakan Yadi Mulyadi SE MSi, para mahasiswa pertama diajak mengunjunggi beberapa obyek wisata, sebagaimana disebutkan di atas. Mereka kemudian diajak berdiskusi tentang apa-apa yang baru mereka saksikan tersebut.

Hal tersebut sesuai dengan item kertas kerja susunan Yadi Mulyadi, di mana secara umum masalah kepariwisataan di Kota Pagaralam memiliki sejumlah peluang dan tantangan.

Tantangan ini antara lain: 1) Letak geografis yang jauh dari ibu kota provinsi, 2) Dualisme pengelolaan yang belum optimal, 3) Adanya desa wisata yang belum tertata, 4) Pembangunan sarana pariwisata yang belum teritegrasi, 5) Jaringan komunikasi yang belum merata, 6) Pemeliharaan infrastruktur yang belum baik, dan  7) Belum adanya pusat informasi kepariwisataan yang komprehensif.

Ada pun pada Peluang meliputi 1) Adanya kebijakan bebas visa dari pemerintah pusat, 2) Memiliki obyek wisata dan daya tarik wisata dan kebudayaan yang masih dilestarikan, 3) Sarana transportasi yang cukup memadai, dan 4) Tersedianya jaringan informasi sosial media sebagai alat promosi.

Setelah cukup puas menikmati dan meneliti kondisi obyek wisata yang dikunjungi, para mahasiswa kemudian diajak berdiskusi mengenai obyek-obyek wisata yang ada. Pada umumnya para mahasiswa UTM kagum dan puas atas semua obyek wisata yang mereka kunjungi. Kekaguman tersebut terlihat terutama saat rombongan diajak mengunjungi Puncak Rimau, di ketinggian 1.800 (mdpl), di kaki Gunung Dempo.

“Perjalanan kami yang cukup panjang  dan sejak pagi hari, terobati saat kami tiba di Puncak Rimau. Pemandangannya sangat indah. Hawanya sejuk. Udara dan lingkungan terbilang cukup bersih,” kata Mohd Murtadha bin Mohamad, sang ketua rombongan.

“Tapi sayang,” tambah Mohd Murtadha, “lokasi dan pemandangan yang indah itu tidak disertai dengan pengelolaan infrastruktur yang memadai. Kami lihat, di pintu masuk, tidak tersedia loket dan tiket masuk yang resmi. Kedai-kedai yang tersedia tampaknya masih sangat sederhana, dengan bentuk dan kondisi bangunan yang kurang baik, sehingga cukup mengganggu pemandangan gunung yang indah itu.”

Pada saat makan siang di lokasi obyek wisata Grand Paradise, para mahasiswa beruntung mendapat hiburan rejung (gitar tunggal) yang dimainkan seniman rejung Arman Idris.

Kegiatan Akademic Visit UTM & Kampus STIE-AMIK-STMIK Lembah Dempo yang diawali sejak pukul 08.00 berakhir petang, sekitar pukul 17.00. Tur yang cukup melelahkan, namun aura kesenangan dan kepuasan tampak dari mata para mahasiswa yang rata-rata masih remaja ini.

Herna S zaldi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *